periyanti

Cara masuk BIOS segala jenis laptop dan komputer | BLOG MAHASISWA

Thursday, 11 December 2014

Cara masuk BIOS segala jenis laptop dan komputer

halo sahabat blog Mahasiswa, saya akan memberikan sedikit cara masuk BIOS segala jenis Laptop dan Komputer
Jika kita ingin menginstal sistem operasi dari cd atau dvd, kita harus menseting terlebih dahulu booting di bios ke setingan boot dari dvd. Di beberapa komputer atau laptop mungkin sudah terseting boot dari dvd. Namun jika belum kita perlu mensetingnya agar boot dari dvd. 
pada saat kita masuk ke bios, hal  yang paling sering dilakukan adalah dengan menekan F1F2DelEsc, F10 atau F12 pada keyboard tepat pada saat melakukan booting. (yaitu pada saat layar hitam pertama saat booting komputer).
tetapi tidak semua jenis Laptop maupun Komputer yang masuk ke Bios jika kita melakukan hal yang demikian

Berikut ini akan saya tuliskan secara lengkap Cara masuk BIOS segala jenis laptop dan komputer :

Asus : [ F2 ]
Lenovo : [ Fn + F2 ] ( 
HP : [ F1 ], atau  [ F2 ]
Toshiba : [ Esc ]
Compaq: [ F10 ] 
Dell:  [ CTRL + ALT + ENTER  ] ( pada beberapa tipe tekan Reset sebanyak 2x) 
Emachine: [ TAB ]
AMI / Award: [ Delete ]
Sony Vaio 320: [ F2 ]
Phoenix: [ CTRL + ALT + S ] atau [ CTRL + S ]
Tandon 386: [CTRL + ALT + Esc ]
AST Advantage: [ CTRL + ALT + Esc ]
Zenith: [ CTRL + ALT + Ins ]
Ollivetti PC PRO: [ CTRL+ALT+SHIFT+NumPad ]
IBM Think Pad: [ F1 ]
NEC: [ F2 ]
System yang menggunakan BIOS Phoenix:[ F1 ]
Tandon, Award: [ CTRL + ALT + Esc ]
Beberapa PC lain yang kurang terkenal: [ CTRL + ALT atau CTRL + Esc ]
PS/1 Value Point & 330: [ F1 ]
PS/2 tipe terbaru: [ CTRL + Ins  ](pada saat pointer berada pada kanan atas layar)
MicronF1, F2, DEL
Packard BellF1, F2, DEL
Tiger : Del
Gateway : F1, F2

GOD LUCK

0 comments:

Post a Comment

baca juga

 

Friday, November 14, 2014

Cara menampilkan profil FB di Blog

Cara menampilkan profil FB di Blog 

selamat mencoba ea kawan psti menarik 

      Di jaman sekarang ini siapa sih yang tidak kenal facebook,di dalam facebook kita dapat mencari teman sebanyak mungkin,dengan pengoperasian yang sanggat mudah,dengan facebook pula kita dapat mempromosikan blog ynag kita punya ,caranya dengan memasang profil facebook di blog kita.adapun cara nya sebagai berikut:
1. Pertama silakan login ke akun facebook dan blogger anda.

2. Kemudian masuk ke profil facebook milik sendiri, jika anda sedang di beranda, tinggal klik nama kita.

3. Klik tanda panah ke bawah disebelah kanan log aktivitas
4. lalu klik Tambahkan lencana ke situs anda




Cara menambahkan lencana facebook di akun blogger


  klik sunting lencana ini untuk mengedit profil yang ingin kita tunjukkan di blog nanti. 
memasang akun pribadi facebook di blogspot
 Lihat logo blogger jika sobat memakai blogspot klik aja langsung logo tersebut beda dengan typepad atau wordpress. Untuk pengguna wordpress klik lainnya, akan muncul kode yang diberikan, silakan di copy kode tersebut.
Untuk blogger sendiri akan langsung diarahkan otomatis ke add gadget blog dengan catatan sobat sedang login di akun blogger. dan akan muncul seperti gambar berikut ini:
cara menambahkan dan memasang lencana profil facebook di blog


Pilih nama blog, Judul widget, lalu klik menambah widget. Selesai. Dan profil facebook pribadi sobat sudah muncul di sidebar kanan. Langkah selanjutnya sobat bisa atur penempatannya agar lebih sedap dipandang mata, hehehe. Oke selamat Mencoba.

Kisah Nyata Boneka Hantu Annabelle




selamat datang di blog saya apabila ada kesalahan mohon komentnya eah.....

Kisah Nyata Boneka Hantu Annabelle


Cuplikan film Annabelle
Cuplikan film Annabelle

Metrotvnews.com, Los Angeles: Boneka Annabelle dalam film horor "Annabelle" memiliki kemiripan dengan boneka hantu di dunia nyata,  Raggedy Ann.

Film "Annabelle" berisi cerita tentang seorang suami, John, yang memberikan boneka porselen bergaun putih kepada istirnya, Mia, yang sedang mengandung anak pertama mereka.

Boneka cantik tersebut kemudian membawa petaka setelah putri tetangga mereka, Annabelle, bunuh diri sambil memegang boneka itu. Boneka tersebut lantas diberi nama Annabelle karena telah dirasuki roh Annabelle.


Adegan film Annabelle

Film "Annabelle" memang disiapkan untuk menyabet predikat film paling menyeramkan tahun ini. Sejak kemunculan sekilas boneka hantu Annabelle di film "The Conjuring" tahun lalu, rumah produksi Warner Bros sudah mengetahui betapa kehadiran Annabelle mampu merebut perhatian jutaan pasang mata penonton.

Itu kisah dalam film yang tentu hanya rekaan semata. Tapi, tahukah Anda bahwa boneka vintage porselen bergaun pengantin putih itu benar-benar ada?

Kepada Latin Post yang dilansir Guardianlv, Selasa (7/10/2014), sutradara film "Annabelle" membocorkan hasil wawancaranya dengan keluarga Ed Warren, pemilik asli boneka Annabelle.

Boneka bernama asli Raggedy Ann itu kini disimpan di sebuah lemari kaca di museum yang didirikan Ed dan Lorraine Warren pada 1952, bernama Warren Occult Museum di Monroe, Connecticut. Keluarga Warren percaya, hingga kini boneka tersebut dihuni iblis.

Kisah nyata boneka Raggedy Ann setali tiga uang dengan Annabelle. Sama-sama bikin bulu kudung berdiri.

Boneka Raggedy Ann kali pertama ditemukan pada era 70an ketika seorang ibu membelinya di sebuah pasar loak. Ia memberikan boneka tersebut untuk putrinya, Donna. Donna tinggal di apartemen dengan seorang teman, Angie.


Boneka asli Raggedy Ann bukan terbuat dari porselen seperti Annabelle

Keduanya sangat senang dibelikan boneka tersebut. Tapi, kesenangan mereka berubah menjadi ketakutan ketika mereka memergoki Raggedy Ann bergerak sendiri. Raggedy Ann benar-benar berpindah dari satu tempat ke tempat lain ketika tidak ada seorang pun di dalam apartemen.

Donna kemudian memanggil pendeta untuk mencari tahu apakah boneka itu benar-benar berhantu. Rupanya, apartemen di mana Donna dan Angie tinggal, berdiri di atas lapangan tempat seorang gadis terbunuh bertahun-tahun lalu. Gadis tersebut diketahui bernama Annabelle. Itulah mengapa pendeta pun percaya bahwa Raggedy Ann dirasuki roh dari gadis yang terbunuh.

Pendeta mengatakan kepada Donna dan Angie bahwa boneka tersebut tidak berbahaya. Boneka itu memang tidak berbahaya pada awalnya, tapi sebuah peristiwa membuat keduanya tidak lagi mempercayai ucapan sang pendeta.

Roh Annabelle lambat laun berusaha berkomunikasi dengan Donna dan Angie. Kedua gadis itu menemukan potongan-potongan kertas bertuliskan "Help Me" (tolong aku). Kemudian, boneka itu juga menyerang kekasih Donna yang ingin masuk ke ruangan tempat Raggedy Ann disimpan.

Donna kemudian meminta pendeta sekali lagi datang ke rumahnya. Pendeta kemudian menyarankan untuk menemui paranormal sekaligus ilmuwan yang mempelajari tentang iblis, Ed Warren dan istrinya, pendeta psikis, Lorraine Warren.


Boneka Annabelle & boneka Raggedy Ann

Menurut keluarga Warren, Raggedy Ann tidak berisi roh hantu perempuan bernama Annabelle. Sebaliknya, boneka itu telah dirasuki iblis jahat yang ingin membawa pengaruh buruk bagi Donna. Bahkan, iblis tersebut bukan menginginkan boneka, tapi nyawa Donna. Donna jelas ketakutan dan tidak ingin lagi memiliki boneka tersebut. Lalu, pasangan Warren membawa boneka ke rumahnya.

Di sana, Warren seringkali melihat boneka tersebut terbang dan melayang-layang. Itulah penyebab Raggedy Ann hingga kini dikunci di dalam sebuah lemari kaca.

Sejarah di balik kisah Annabelle di film memang tidak sama dengan kisah nyata Raggedy Ann yang dituturkan Warren. Namun, dua boneka itu memiliki benang merah, sama-sama horor!
ROS

Lupa Pasword Gmail? Cara Mudah Reset Password Gmail atau Akun Google

Lupa Pasword Gmail? Cara Mudah Reset Password Gmail atau Akun Google

Saking banyaknya akun jadi lupa pasword, ketika aku lupa pasword Blogger tinggal reset aja melalui email nah kalo lupa pasword email reset nya kemana yah ? Disini aku bingung hal apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikan kembali emailku yang pasword nya aku lupa lagi. Sampai - sampai aku sibuk mencari bagaimana cara reset pasword Akun Google. Sampai aku kebingungan dan akhirnya cara ini aku temukan juga. Masih ingatkah pas pertama kali anda membuat akun Gmail atau Google ? Tersedia beberapa kotak kosong yang harus dilengkapi untuk memenuhi pendaftaran dan diantara kotak tersebut ada kotak yang dimana kita mengharuskan mengisinya dengan no handpone kita. Nah dari situlah, pihak google akan memudahkan kita untuk mereset pasword dengan mudah. Terus ada juga beeberapa pertanyaan yang diajukan namun tidak menjamin juga bagi anda untuk mengingat pertanyaan apa dan jawaban apa untuk bisa kembali membuka akun. Jalan satu - satunya untuk reset pasword adalah melalui no handpone dan berikut adalah beberapa yang harus dilakukan disaat reset pasword :
Yang harus kita lakukan adalah masuk dulu Disini
Setlah bisa masuk selanjutnya ikuti petunjuk gambar di bawah ini :
Bisa kita lihat gambar diatas, "Can't access you know?" klik di bagian itu karna kita akan kembali mereset pasword. Setelah itu akan muncul beberapa pilihan untuk memudahkan kita untuk reset pasword.
Dari beberapa pilihan pertanyaan diatas kita pilih bagian pertama, setelah itu akan muncul kotak kosong dimana dalam kotak tersebut harus di isi dengan nama email yang akan kita reset pasword nya.
Isilah bagian kotak kosong kode captha dan setelah itu lanjutkan ke proses selanjutnya.
Nah, dibagian ini kita harus diwajibkan mengisi kotak kosong tersebut dengan no handpone yang sudah kita daptarkan disaat mengisi kolom pendaftaraan Akun Google. Setelah semuanya terisi, kita tinggal menunggu kedatangan sms dari pihak Google dimana dalam isi pesannya terdapat kode verifikasi yang nanti harus dimasukan kedalam kotak pertanyaan. Setelah kode verifikasi dimasukan dilanjutkan dengan memasukan kembali pasword yang akan kita gunakan untuk Login ke Akun Google. Semoga artikel ini bermanfaat

Friday, November 7, 2014

cara mudah install photoshop



INSTAL  PHOTOSOP

1.Buka master photoshop yang akan anda istal
2. Copy Serial Number yang tertera di Notepad tersebut
cara instal photoshop
6. Klik Next aja…dan OK
7. Pilih Bahasa, Klik Next
Cara Instal Photoshop 7http://rinoreyn.files.wordpress.com/2012/04/cara-instal-photoshop7-2.jpg?w=300&h=227
8. selanjutnya pastnya klik Accept9. Naaah di langkah ini masukkan data diri dan Serial Number yang tadi di Copas, klik kanan dan Paste aja dikolom Serial Numbernya dan klik Next
Cara Instal Photoshop 7
10. Oke deeeh ketrima khaan serial numbernya
Cara Instal Photoshop 7
11. Yaudah klik Next..Next..Next aja sampai ke tahap instalasi…
Cara Instal Photoshop 7
Cara Instal Photoshop 7
Cara Instal Photoshop 7
Cara Instal Photoshop 7
Dapet ucapan terimakasih sari Photoshop 7 khaaan…..
Cara Instal Photoshop 7
Cara Instal Photoshop 7
12. klik Finish… sekarang buka di kompi..
klik Start>>arahkan mouse ke All Program>> Klik kanan di Photoshopnya>>pilih Send To>> dan klik Dekstop (Create Shortcut)
http://rinoreyn.files.wordpress.com/2012/04/cara-instal-photoshop7-8.jpg?w=300&h=224


ASAL- USUL DI PONEGORO




A.                Asal-usul Diponegoro
Diponegoro adalah putra sulung Hamengkubuwono III, seorang raja Mataram di Yogyakarta. Lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dari seorang garwa ampeyan (selir) bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan. Pangeran Diponegoro bernama kecil Raden Mas Ontowiryo.
Menyadari kedudukannya sebagai putra seorang selir, Diponegoro menolak keinginan ayahnya, Sultan Hamengkubuwana III, untuk mengangkatnya menjadi raja. Ia menolak mengingat ibunya bukanlah permaisuri. Diponegoro mempunyai 3 orang istri, yaitu: Bendara Raden Ayu Antawirya, Raden Ayu Ratnaningsih, & Raden Ayu Ratnaningrum.
Diponegoro lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat sehingga ia lebih suka tinggal di Tegalrejo tempat tinggal eyang buyut putrinya, permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di keraton. Pemberontakannya terhadap keraton dimulai sejak kepemimpinan Hamengkubuwana V (1822) dimana Diponegoro menjadi salah satu anggota perwalian yang mendampingi Hamengkubuwana V yang baru berusia 3 tahun, sedangkan pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Patih Danurejo bersama Residen Belanda. Cara perwalian seperti itu tidak disetujui Diponegoro.
Perang Diponegoro
Perang Diponegoro (Inggris:The Java War, Belanda: De Java Oorlog), adalah perang besar dan menyeluruh berlangsung selama lima tahun (1825-1830) yang terjadi di Jawa, Hindia Belanda (sekarang Indonesia), antara pasukan penjajah Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock[1] melawan penduduk pribumi yang dipimpin seorang pangeran Yogyakarta bernama Pangeran Diponegoro. Dalam perang ini telah berjatuhan korban yang tidak sedikit. Baik korban harta maupun jiwa. Dokumen-dokumen Belanda yang dikutip para ahli sejarah, disebutkan bahwa sekitar 200.000 jiwa rakyat yang terenggut. Sementara itu di pihak serdadu Belanda, korban tewas berjumlah 8.000.
Perang Diponegoro merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama menjajah Nusantara. Peperangan ini melibatkan seluruh wilayah Jawa, maka disebutlah perang ini sebagai Perang Jawa.
B.            Riwayat perjuangan
Perang Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Saat itu, beliau memang sudah muak dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.
Sikap Diponegoro yang menentang Belanda secara terbuka, mendapat simpati dan dukungan rakyat. Atas saran Pangeran Mangkubumi, pamannya, Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo, dan membuat markas di sebuah goa yang bernama Goa Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa perlawanannya adalah perang sabil, perlawanan menghadapi kaum kafir. Semangat "perang sabil" yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah seorang tokoh agama di Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Goa Selarong.Perjuangan Pangeran Diponegoro ini didukung oleh S.I.S.K.S. Pakubuwono VI dan Raden Tumenggung Prawirodigdaya Bupati Gagatan.
Selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta gulden.
Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan sayembara pun dipergunakan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro. Sampai akhirnya Diponegoro ditangkap pada 1830.




B.Jalannya Perang
Pertempuran terbuka dengan pengerahan pasukan-pasukan infantri, kavaleri dan artileri yang sejak perang Napoleon menjadi senjata andalan dalam pertempuran frontal di kedua belah pihak berlangsung dengan sengit. Front pertempuran terjadi di puluhan kota dan desa di seluruh Jawa. Pertempuran berlangsung sedemikian sengitnya sehingga bila suatu wilayah dapat dikuasai pasukan Belanda pada siang hari, maka malam harinya wilayah itu sudah direbut kembali oleh pasukan pribumi; begitu pula sebaliknya. Jalur-jalur logistik dibangun dari satu wilayah ke wilayah lain untuk menyokong keperluan perang. Berpuluh kilang mesiu dibangun di hutan-hutan dan dasar jurang. Produksi mesiu dan peluru berlangsung terus sementara peperangan berkencamuk. Para telik sandi dan kurir bekerja keras mencari dan menyampaikan informasi yang diperlukan untuk menyusun stategi perang. Informasi mengenai kekuatan musuh, jarak tempuh dan waktu, kondisi medan, curah hujan menjadi berita utama; karena taktik dan strategi yang jitu hanya dapat dibangun melalui penguasaan informasi.
Serangan-serangan besar rakyat pribumi selalu dilaksanakan pada bulan-bulan penghujan; para senopati menyadari sekali untuk bekerjasama dengan alam sebagai “senjata” tak terkalahkan. Bila musim penghujan tiba, gubernur Belanda akan melakukan usaha usaha untuk gencatan senjata dan berunding, karena hujan tropis yang deras membuat gerakan pasukan mereka terhambat. Penyakit malaria, disentri, dan sebagainya merupakan “musuh yang tak tampak” melemahkan moral dan kondisi fisik bahkan merenggut nyawa pasukan mereka. Ketika gencatan senjata terjadi, Belanda akan mengkonsolidasikan pasukan dan menyebarkan mata-mata dan provokator mereka bergerak di desa dan kota; menghasut, memecah belah dan bahkan menekan anggota keluarga para pengeran dan pemimpin perjuangan rakyat yang berjuang dibawah komando pangeran Diponegoro. Namun pejuang pribumi tersebut tidak gentar dan tetap berjuang melawan Belanda.
Pada puncak peperangan, Belanda mengerahkan lebih dari 23.000 orang serdadu; suatu hal yang belum pernah terjadi ketika itu dimana suatu wilayah yang tidak terlalu luas seperti Jawa Tengah dan sebagian Jawa timur dijaga oleh puluhan ribu serdadu. Dari sudut kemiliteran, ini adalah perang pertama yang melibatkan semua metode yang dikenal dalam sebuah perang modern. Baik metode perang terbuka (open warfare), maupun metoda perang gerilya (geurilia warfare) yang dilaksanakan melalui taktik hit and run dan penghadangan. ini bukan sebuah tribal war atau perang suku. Tapi suatu perang modern yang memanfaatkan berbagai siasat yang saat itu belum pernah dipraktekkan. perang ini juga dilengkapi dengan taktik perang urat syaraf (psy-war) melalui insinuasi dan tekanan-tekanan serta provokasi oleh pihak Belanda terhadap mereka yang terlibat langsung dalam pertempuran; dan kegiatan telik sandi (spionase) dimana kedua belah pihak saling memata-matai dan mencari informasi mengenai kekuatan dan kelemahan lawannya.
Latar Belakang Perang Diponegoro
Setelah kekalahannya dalam Peperangan era Napoleon bonaparte di Eropa, pemerintah Belanda yang berada dalam kesulitan ekonomi berusaha menutup kekosongan kas mereka dengan memberlakukan berbagai pajak di wilayah jajahannya, termasuk di Hindia Belanda. Selain itu, mereka juga melakukan monopoli usaha dan perdagangan untuk memaksimalkan keuntungan. Pajak-pajak dan praktek monopoli tersebut amat mencekik rakyat Indonesia yang ketika itu sudah sangat menderita.
Untuk semakin memperkuat kekuasaan dan perekonomiannya, Belanda mulai berusaha menguasai kerajaan-kerajaan lain di Nusantara, salah satu di antaranya adalah Kerajaan Yogyakarta. Ketika Sultan Hamengku Buwono IV wafat, kemenakannya, Sultan Hamengku Buwono V yang baru berusia 3 tahun, diangkat menjadi penguasa. Akan tetapi pada prakteknya, pemerintahan kerajaan dilaksanakan oleh Patih Danuredjo, seseorang yang mudah dipengaruhi dan tunduk kepada Belanda. Belanda dianggap mengangkat seseorang yang tidak sesuai dengan pilihan/adat keraton.
Pada pertengahan bulan Mei 1825, pemerintah Belanda yang awalnya memerintahkan pembangunan jalan dari Yogyakarta ke Magelang lewat Muntilan, mengubah rencananya dan membelokan jalan itu melewati Tegalrejo. Rupanya di salah satu sektor, Belanda tepat melintasi makam dari leluhur Pangeran Diponegoro. Hal inilah yang membuat Pangeran Diponegoro tersinggung dan memutuskan untuk mengangkat senjata melawan Belanda. Ia kemudian memerintahkan bawahannya untuk mencabut patok-patok yang melewati makam tersebut. Namun Belanda tetap memasang patok-patok tersebut bahkan yang sudah jatuh sekalipun. Karena kesal, Pangeran Diponegoro mengganti patok-patok tersebut dengan tombak.
Belanda yang mempunyai alasan untuk menangkap Pangeran Diponegoro karena dinilai telah memberontak, pada 20 Juli 1825 mengepung kediaman beliau. Terdesak, Pangeran beserta keluarga dan pasukannya menyelamatkan diri menuju barat hingga Desa Dekso di Kabupaten Kulonprogo, dan meneruskan ke arah selatan hingga tiba di Goa Selarong yang terletak lima kilometer arah barat dari Kota Bantul. Sementara itu, Belanda yang tidak berhasil menangkap Pangeran Diponegoro membakar habis kediaman Pangeran.
Pangeran Diponegoro kemudian menjadikan Goa Selarong, sebuah goa yang terletak di Dusun Kentolan Lor, Guwosari Pajangan Bantul, sebagai basisnya. Pangeran menempati goa sebelah Barat yang disebut Goa Kakung, yang juga menjadi tempat pertapaan beliau. Sedangkan Raden Ayu Retnaningsih (selir yang paling setia menemani Pangeran setelah dua istrinya wafat) dan pengiringnya menempati Goa Putri di sebelah Timur.
Setelah penyerangan itu, dimulailah sebuah perang besar yang akan berlangsung 5 tahun lamanya. Di bawah kepemimpinan Diponegoro, rakyat pribumi bersatu dalam semangat "Sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati"; sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati. Selama perang, sebanyak 15 dari 19 pangeran bergabung dengan Diponegoro. Perjuangan Diponegoro dibantu Kyai Maja yang juga menjadi pemimpin spiritual pemberontakan. Dalam perang jawa ini Pangeran Diponegoro juga berkoordinasi dengan I.S.K.S. Pakubowono VI serta Raden Tumenggung Prawirodigdoyo Bupati Gagatan.
Pada tahun 1827, Belanda melakukan penyerangan terhadap Diponegoro dengan menggunakan sistem benteng sehingga Pasukan Diponegoro terjepit. Pada tahun 1829, Kyai Maja, pemimpin spiritual pemberontakan, ditangkap. Menyusul kemudian Pangeran Mangkubumi dan panglima utamanya Sentot Alibasya menyerah kepada Belanda. Akhirnya pada tanggal 28 Maret 1830, Jenderal De Kock berhasil menjepit pasukan Diponegoro di Magelang. Di sana, Pangeran Diponegoro menyatakan bersedia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggota laskarnya dilepaskan. Maka, Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Manado, kemudian dipindahkan ke Makassar hingga wafatnya di Benteng Rotterdam tanggal 8 Januari 1855.
Berakhirnya Perang Jawa yang merupakan akhir perlawanan bangsawan Jawa. Perang Jawa ini banyak memakan korban dipihak pemerintah Hindia sebanyak 8.000 serdadu berkebangsaan Eropa, 7.000 pribumi, dan 200.000 orang Jawa. Sehingga setelah perang ini jumlah penduduk Yogyakarta menyusut separuhnya. Mengingat bagi sebagian orang Kraton Yogyakarta Diponegoro dianggap pemberontak, sehingga konon anak cucunya tidak diperbolehkan lagi masuk ke Kraton, sampai kemudian Sri Sultan HB IX memberi amnesti bagi keturunan Diponegoro, dengan mempertimbangkan semangat kebangsaan yang dipunyai Diponegoro kala itu. Kini anak cucu Diponegoro dapat bebas masuk Kraton, terutama untuk mengurus Silsilah bagi mereka, tanpa rasa takut akan diusir.

Peta Mataram Baru setelah Perang Diponegoro pada tahun 1830
C.               Penangkapan dan pengasingan
v 16 Februari 1830 Pangeran Diponegoro dan Kolonel Cleerens bertemu di Remo Kamal, Bagelen (sekarang masuk wilayah Purworejo). Cleerens mengusulkan agar Kanjeng Pangeran dan pengikutnya berdiam dulu di Menoreh sambil menunggu kedatangan Letnan Gubernur Jenderal Markus de Kock dari Batavia.
v Lukisan karya Nicolaas Pieneman, "Penyerahan diri Pangeran Diponegero kepada Jenderal De Kock".
v 28 Maret 1830 Diponegoro menemui Jenderal de Kock di Magelang. De Kock memaksa mengadakan perundingan dan mendesak Diponegoro agar menghentikan perang. Permintaan itu ditolak Diponegoro. Tetapi Belanda telah menyiapkan penyergapan dengan teliti. Hari itu juga Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Ungaran, kemudian dibawa ke Gedung Karesidenan Semarang, dan langsung ke Batavia menggunakan kapal Pollux pada 5 April.
v 11 April 1830 sampai di Batavia dan ditawan di Stadhuis (sekarang gedung Museum Fatahillah). Sambil menunggu keputusan penyelesaian dari Gubernur Jenderal Van den Bosch.
v 30 April 1830 keputusan pun keluar. Pangeran Diponegoro, Raden Ayu Retnaningsih, Tumenggung Diposono dan istri, serta para pengikut lainnya seperti Mertoleksono, Banteng Wereng, dan Nyai Sotaruno akan dibuang ke Manado.
v 3 Mei 1830 Diponegoro dan rombongan diberangkatkan dengan kapal Pollux ke Manado dan ditawan di benteng Amsterdam.
v 1834 dipindahkan ke benteng Rotterdam di Makassar, Sulawesi Selatan.
v 8 Januari 1855 Diponegoro wafat dan dimakamkan di kampung Jawa Makassar.
Lokasi makam Pangeran Diponegoro di Makassar, Sulawesi Selatan.
Dalam perjuangannya, Pangeran Diponegoro dibantu oleh puteranya bernama Bagus Singlon atau Ki Sodewo. Ki Sodewo melakukan peperangan di wilayah Kulon Progo dan Bagelen.
Bagus Singlon atau Ki Sodewo adalah Putera Pangeran Diponegoro dengan Raden Ayu Citrowati Puteri Bupati Madiun Raden Ronggo. Raden Ayu Citrowati adalah saudara satu ayah lain ibu dengan Sentot Prawiro Dirjo. Nama Raden Mas Singlon atau Bagus Singlon atau Ki Sodewo sendiri telah masuk dalam daftar silsilah yang dikeluarkan oleh Tepas Darah Dalem Keraton Yogyakarta.
Perjuangan Ki Sodewo untuk mendampingi ayahnya dilandasi rasa dendam pada kematian eyangnya (Ronggo) dan ibundanya ketika Raden Ronggo dipaksa menyerah karena memberontak kepada Belanda. Melalui tangan-tangan pangeran Mataram yang sudah dikendalikan oleh Patih Danurejo, maka Raden Ronggo dapat ditaklukkan. Ki Sodewo kecil dan Sentot bersama keluarga bupati Madiun lalu diserahkan ke Keraton sebagai barang bukti suksesnya penyerbuan.
Ki Sodewo yang masih bayi lalu diambil oleh Pangeran Diponegoro lalu dititipkan pada sahabatnya bernama Ki Tembi. Ki Tembi lalu membawanya pergi dan selalu berpindah-pindah tempat agar keberadaannya tidak tercium oleh Belanda. Belanda sendiri pada saat itu sangat membenci anak turun Raden Ronggo yang sejak dulu terkenal sebagai penentang Belanda. Atas kehendak Pangeran Diponegoro, bayi tersebut diberi nama Singlon yang artinya penyamaran.
Keturunan Ki Sodewo saat ini banyak tinggal di bekas kantung-kantung perjuangan Ki Sodewo pada saat itu dengan bermacam macam profesi. Dengan restu para sesepuh dan dimotori oleh keturunan ke 7 Pangeran Diponegoro yang bernama Raden Roni Muryanto, Keturunan Ki Sodewo membentuk sebuah paguyuban dengan nama Paguyuban Trah Sodewo.
Setidaknya Pangeran Diponegoro mempunyai 17 putra dan 5 orang putri, yang semuanya kini hidup tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Jawa, Sulawesi & Maluku
Alibasah Sentot
Pertempuran terbuka dengan pengerahan pasukan-pasukan infantri, kavaleri dan artileri (yang sejak perang Napoleon menjadi senjata andalan dalam pertempuran frontal) di kedua belah pihak berlangsung dengan sengit. Front pertempuran terjadi di puluhan kota dan desa di seluruh Jawa. Pertempuran berlangsung sedemikian sengitnya sehingga bila suatu wilayah dapat dikuasai pasukan Belanda pada siang hari, maka malam harinya wilayah itu sudah direbut kembali oleh pasukan pribumi; begitu pula sebaliknya. Jalur-jalur logistik dibangun dari satu wilayah ke wilayah lain untuk menyokong keperluan perang. Berpuluh-puluh kilang mesiu dibangun di hutan-hutan dan di dasar jurang. Produksi mesiu dan peluru berlangsung terus sementara peperangan sedang berkecamuk. Para telik sandi dan kurir bekerja keras mencari dan menyampaikan informasi yang diperlukan untuk menyusun strategi perang. Informasi mengenai kekuatan musuh, jarak tempuh dan waktu, kondisi medan, curah hujan menjadi berita utama; karena taktik dan strategi yang jitu hanya dapat dibangun melalui penguasaan informasi.
Serangan-serangan besar rakyat pribumi selalu dilaksanakan pada bulan-bulan penghujan; para senopati menyadari sekali untuk bekerjasama dengan alam sebagai "senjata" tak terkalahkan. Bila musim penghujan tiba, gubernur Belanda akan melakukan usaha-usaha untuk gencatan senjata dan berunding, karena hujan tropis yang deras membuat gerakan pasukan mereka terhambat. Penyakit malaria, disentri, dan sebagainya merupakan "musuh yang tak tampak", melemahkan moral dan kondisi fisik bahkan merenggut nyawa pasukan mereka. Ketika gencatan senjata terjadi, Belanda akan mengonsolidasikan pasukan dan menyebarkan mata-mata dan provokator mereka bergerak di desa dan kota; menghasut, memecah belah dan bahkan menekan anggota keluarga para pengeran dan pemimpin perjuangan rakyat yang berjuang dibawah komando Pangeran Diponegoro. Namun pejuang pribumi tersebut tidak gentar dan tetap berjuang melawan Belanda.
Pada puncak peperangan, Belanda mengerahkan lebih dari 23.000 orang serdadu; suatu hal yang belum pernah terjadi ketika itu di mana suatu wilayah yang tidak terlalu luas seperti Jawa Tengah dan sebagian Jawa timur dijaga oleh puluhan ribu serdadu. Dari sudut kemiliteran, ini adalah perang pertama yang melibatkan semua metode yang dikenal dalam sebuah perang modern. Baik metode perang terbuka (open warfare), maupun metode perang gerilya (guerrilla warfare) yang dilaksanakan melalui taktik hit and run dan penghadangan (Surpressing). Perang ini bukan merupakan sebuah tribal war atau perang suku. Tapi suatu perang modern yang memanfaatkan berbagai siasat yang saat itu belum pernah dipraktekkan. Perang ini juga dilengkapi dengan taktik perang urat syaraf (psy-war) melalui insinuasi dan tekanan-tekanan serta provokasi oleh pihak Belanda terhadap mereka yang terlibat langsung dalam pertempuran; dan kegiatan telik sandi (spionase) di mana kedua belah pihak saling memata-matai dan mencari informasi mengenai kekuatan dan kelemahan lawannya.
Pada tahun 1827, Belanda melakukan penyerangan terhadap Diponegoro dengan menggunakan sistem benteng sehingga Pasukan Diponegoro terjepit. Pada tahun 1829, Kyai Modjo, pemimpin spiritual pemberontakan, ditangkap. Menyusul kemudian Pangeran Mangkubumi dan panglima utamanya Alibasah Sentot Prawirodirjo menyerah kepada Belanda. Akhirnya pada tanggal 28 Maret 1830, Jenderal De Kock berhasil menjepit pasukan Diponegoro di Magelang. Di sana, Pangeran Diponegoro menyatakan bersedia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggota laskarnya dilepaskan. Maka, Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Manado, kemudian dipindahkan ke Makassar hingga wafatnya di Benteng Rotterdam tanggal 8 Januari 1855.
Berakhirnya Perang Jawa merupakan akhir perlawanan bangsawan Jawa. Perang Jawa ini banyak memakan korban dipihak pemerintah Hindia sebanyak 8.000 serdadu berkebangsaan Eropa, 7.000 pribumi, dan 200.000 orang Jawa. Sehingga setelah perang ini jumlah penduduk Yogyakarta menyusut separuhnya. Mengingat bagi sebagian orang Kraton Yogyakarta Diponegoro dianggap pemberontak, sehingga konon anak cucunya tidak diperbolehkan lagi masuk ke Kraton, sampai kemudian Sri Sultan Hamengkubuwono IX memberi amnesti bagi keturunan Diponegoro, dengan mempertimbangkan semangat kebangsaan yang dipunyai Diponegoro kala itu. Kini anak cucu Diponegoro dapat bebas masuk Kraton, terutama untuk mengurus silsilah bagi mereka, tanpa rasa takut akan diusir.