GANGGUAN
PADA SISTEM GERAK
Gangguan
atau kelainan pada sistem gerak manusia dapat terjadi pada tulang dan otot.
Gangguan atau kelainan tersebut dapat terjadi akibat aktivitas atau beban gerak
yang berlebihan, pengaruh vitamin, atau terjadinya infeksi oleh mikroorganisme.
Gangguan fisik
Gangguan yang
paling umum terjadi pada tulang adalah kerusakan fisik tulang seperti patah
atau retak tulang. Apabila terjadi fraktura (patah tulang) akan terbentuk zona
fraktura yang runcing dan tajam. Pada zona tersebut timbul rasa sakit karena
pergeseran tulang yang akan mengakibatkan pembengkakan bahkan perdarahan.
Berdasarkan jenis fraktura yang terbentuk, fraktura
dapat dibedakan menjadi empat
kelompok sebagai berikut :
oFraktura sederhana,merupakan
fraktura yang tidak melukai otot yang ada di sekitarnya.
oFraktura kompleks,merupakan
fraktura yang melukai otot atau organ yang ada di sekitarnya, bahkan terkadang
bagian fraktura dapat muncul ke permukaan kulit.
OGreenstick,merupakan
fraktura sebagian yang tidak memisahkan tulang menjadi dua bagian.
OComminuted,merupakan
fraktura yang mengakibatkan tulang terbagi menjadi beberapa bagian, tetapi
masih berada di dalam otot.
Gangguan
fisiologis
Gangguan
fisiologis pada tulang dapat disebabkan oleh kelainan fungsi hormon atau
vitamin.
Gangguan fisiologis pada tulang dapat dijelaskan sebagai berikut :
oRakhitis,merupakan
penyakit tulang yang disebabkan kekurangan vitamin D. Vitamin D berperan dalam
proses penimbunan senyawa kapur di tulang. Kekurangan vitamin D akan
menyebabkan tulang menjadi tidak keras. Pada penderita rakhitis terlihat bagian
kaki (tulang tibia dan fibula) melengkung menyerupai huruf X atau 0
oMikrosefalus,merupakan
gangguan pertumbuhan tulang tengkorak sehingga kepala berukuran kercil. Kepala
berukuran kecil karena pertumbuhan tulang tengkorak pada masa bayi kekurangan
kalsium.
OOsteoporosis,merupakan
gangguan tulang dengan gejala penurunan massa tulang sehingga tulang rapuh. Hal
ini dikarenakan lambatnya osifikasi dan penghambatan reabsorpsi (penyerapan
kembali) bahan bahan tulang. Osteoporosis terjadi karena ketidakseimbangan
hormon kelamin.
oKelainan akibat suatu penyakit,Penyakit
seperti tuberkulosis tulang ( flu tulang ) dan penyakit tumor dapat menyebabkan
tekanan fisik dan fisiologi terhadap mekanisme gerak tubuh manusia.
Gangguan
persendian
Gangguan persendian dapat terjadi karena sendi tidak
berfungsi dengan normal. Jenis gangguan sendi dikelompokkan menjadi empat yaitu
sebagai berikut :
ODislokasi,merupakan
gangguan yang terjadi karena pergeseran tulang penyusun sendi dari posisi awal.
Dislokasi disebabkan oleh jaringan ligamen yang sobek atau tertarik
oTerkilir (keseleo),merupakan
tertariknya ligamen sendi karena gerakan tiba-tiba atau gerakan yang tidak
biasa dilakukan.Terkilir menyebabkan timbulnya rasa sakit disertai peradangan
pada daerah sendi
oAnkilosis,merupakan
gangguan yang terjadi karena tidak berfungsinya persendian. .
oArtritis,merupakan
gangguan yang disebabkan adanya peradangan sendi. Gangguan artritis dapat
dibedakan menjadi rhematoid, osteoartritis dan gautartritis.
Rhematoid, merupakan
proses peradangan atau pengapuran pada jaringan tulang rawan yang menghubungkan
tulang di persendian.
Osteoartritis, merupakan penipisan tulang rawa yang menghubungkan persendian.
Gautartritis, merupakan gangguan gerak akibat kegagalan
rnetabolisme asam urat sehingga terjadi penimbunan asam urat pada persendian.
Gangguan
tulang belakang
Gangguan
pada tulang belakang terjadi karena adanya perubahan posisi tulang belakang,
sehingga menyebabkan perubahan kelengkungan batang tulang belakang. Gangguan
yang disebabkan oleh kelainan tulang belakang dikelompokkan menjadi empat
kelompok, yaitu:
oSkoliosis, melengkungnya tulang belakang ke arah samping,
mengakibatkan tubuh melengkung ke arah kanan atau kiri
oKifosis, perubahan kelengkungan pada tulang belakang secara
keseluruhan sehingga orang menjadi
bongkok
oLordosis, melengkungnya tulang belakang di daerah lumbal atau
pinggang ke arah depan sehingga
kepala tertarik ke arah belakang
oSubluksasi, gangguan tulang belakang pada segmen leher sehingga
posisi kepala tertarik ke arah kiri
atau kanan.
Gangguan pada Sistem Otot
Otot
berperan penting dalam aktivitas gerak manusia sehingga gangguan pada otot akan
mempengaruhi aktivitas gerak. Gangguan pada otot dapat terjadi dalam beberapa
bentuk seperti berikut ini:
oAtrofi merupakan
penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau kehilangan kemampuan untuk
berkontraksi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh penyakit poliomielitis
yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus ini menyebabkan kerusakan
saraf yang mengkoordinasi otot ke anggota gerak bawah.
oHipertrofi merupakan
otot yang berkembang menjadi lebih besar dan kuat. Hipertrofi disebabkan
aktivitas otot yang kuat sehingga diameter serabut-serabut otot membesar
oHernia abdominalis merupakan
sobeknya dinding otot abdominal sehingga usus memasuki bagian sobekan tersebut
oTetanus merupakan
otot yang mengalami kekejangan karena secara terus-menerus berkontraksi
sehingga tidak mampu lagi berkontraksi. Tetanus disebabkan luka yang
terinfeksi
oleh bakteri Clostridium tetani.
oDistrofi otot merupakan
penyakit kronis yang menyebabkan gangguan gerak. Penyakit ini merupakan
penyakit yang disebabkan adanya cacat genetik.
oMiastenia gravis merupakan
otot yang secara berangsur-angsur melemah dan menyebabkan kelumpuhan. Penyakit
ini disebabkan oleh hormon tiroid dan sistem imunitas yang tidak berfungsi
dengan normal.
GANGGUAN
PADA SISTEM PEREDARAN DARAH
1. ANEMIA (KEKURANGAN DARAH)
Anemia adalah kekurangan hemoglobin (Hb). Hb adalah
protein dalam sel darah
merah, yang mengantar oksigen dari paru ke bagian tubuh yang lain.Anemia
menyebabkan kelelahan, sesak napas dan pusing. Orang dengan anemia merasa
badannya kurang enak dibandingkan orang dengan tingkat Hb yang wajar. Mereka
merasa lebih sulit untuk bekerja. Ini berarti mutu hidupnya lebih rendah.Tingkat
Hb diukur sebagai bagian dari tes darah lengkap (complete blood count/CBC).
PENYEBAB:
Sumsum tulang membuat sel darah merah. Proses ini
membutuhkan zat besi,
dan vitamin B12 dan asam folat. Eritropoietin (EPO) merangsang pembuatan sel
darah merah. EPO adalah hormon yang dibuat oleh ginjal.Anemia dapat terjadi
bila tubuh kita tidak membuat sel darah merah secukupnya.
Anemia juga disebabkan kehilangan atau kerusakan pada sel tersebut. Ada
beberapa faktor yang dapat menyebabkan anemia:
• Kekurangan zat besi, vitamin B12 atau asam folat.
Kekurangan asam folat dapat menyebabkan jenis anemia yang disebut
megaloblastik, dengan sel darah merah yang besar dengan warna muda.
• Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal
• Kehilangan darah akibat pendarahan dalam atau siklus
haid perempuan
• Penghancuran sel darah merah (anemia hemolitik)
CARA PENANGGULANGAN:
Mengobati anemia tergantung pada penyebabnya.
• Pertama, mengobati pendarahan kronis. Ini mungkin
pendarahan
dalam, wasir, atau bahkan sering mimisan
• Berikut, memperbaiki kelangkaan zat besi, vitamin
B12 atau asam
folat, jika ada
• Berhenti memakai, atau mengurangi dosis obat-obatan
yang menyebabkan anemia Pendekatan ini mungkin tidak berhasil. Mungkin mustahil
berhenti memakai
semua obat yang menyebabkan anemia. Dua pengobatan lain adalah transfusi
darah dan suntikan EPO.
2. VARISES
Varises atau varikose adalah pembuluh darah balik yang
melebar dan berliku-liku sehingga menonjol di permukaan kulit. Pada orang-orang
tertentu pembuluh balik yang terdapat di tungkai lemah dan dengan mudahnya
mekar atau bengkak. Peregangan pembuluh darah ini terjadi karena besarnya
tekanan di dalamnya yang mengakibatkan dinding pembuluh darah menjadi lemah dan
dengan demikian mudah teregang. Misalnya, tekanan yang bertambah pada pinggul
dan perut seperti halnya kehamilan dan terlalu gemuk. Kehamilan dapat
memperberat keadaan, karena pembuluh darah balik panggul yang menampung darah
dari tungkai tertekan oleh janin. Biasanya katup yang terdapat di bagian dalam
pembuluh juga sudah melemah, sehingga tidak lagi mampu mengatur aliran darah
yang masuk ke dalam pembuluh darah tersebut. Kerentanan seseorang terhadap
terjadinya kelainan ini biasanya diturunkan. Kelainan ini sering ditemukan pada
tungkai bawah, tungkai atas, dan dinding perut bawah, walaupun pada dasarnya
dapat terjadi di bagian tubuh manapun.
Gejala yang sering dirasakan penderitanya adalah
pembengkakan di sepanjang pembuluh balik, diikuti dengan kekejangan pada otot
serta perasaan lelah di tungkai belakang lutut. Dalam hal lain, kulit pada
tungkai bagian bawah mungkin pecah dan menyebabkan borok-borok besar. Selain
itu terasa nyeri bila peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh balik
terjadi di tungkai. Komplikasi yang lebih berbahaya bila terjadi infeksi pada
dinding pembuluh varikose. Infeksi ini mempermudah terbentuknya gumpalan darah
yang mungkin
mengalir dan tersangkut, kemudian menyumbat pembuluh darah di tempat lain.
Kelainan yang berat kadang-kadang memerlukan tindakan operasi atau pemberian
suntikan untuk memperkeras dinding pembuluh darah. Pada kelainan yang ringan,
olahraga seperti mengangkat dan menurunkan tungkai serta pemakaian stoking
elastik akan banyak membantu.
3. HEMOROID
Hemoroid (wasir) adalah pembengkakan jaringan yang
mengandung pembuluh balik (vena) dan terletak di dinding rektum dananus. Anus
merupakan lubang di ujung saluran pencernaan dimana limbah (tinja,kotoran),
keluar dari dalam tubuh. Rektum merupakan bagian dari saluran pencernaan diatas
anus, dimana tinja disimpan sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui anus.
Hemoroid bisa mengalami peradangan, menyebabkan terbentuknya bekuan darah
(trombus), perdarahan atau akan membesar dan menonjol keluar. Wasir yang tetap
berada di anus disebut hemoroid interna (wasir dalam) dan wasir yang
keluar dari anus disebut hemoroid eksterna (wasir luar).
4. ATEROSKLEROSIS
Aterosklerosis, atau “pengerasan pembuluh darah,”
berarti timbunan karang dan hilangnya kelenturan pembuluh darah. Aterosklerosis
koroner berdampak pada pembuluh darah yang membawa darah menuju jantung, dan
dapat memicu serangan jantung, sementara aterosklerosis karotid koroner
berdampak pada pembuluh darah yang membawa darah ke otak dan dapat memicu
stroke.
5. EMBOLUS Adalah penyakit yang disebabkan oleh benda benda asing
yang melewati pembuluh darah seperti gumpalan darah atau kumplan bakteri yang
menyebabakan tersumbatnya pembuluh darah.
6. TROMBUS
adalah suatu
keadaan yang ditandai dengan ditemukannya bekuan darah di dalam vena dalam.
Bekuan yang terbentuk di dalam suatu pembuluh darah disebut trombus. Trombus
bisa terjadi baik di vena superfisial (vena permukaan) maupun di vena dalam,
tetapi yang berbahaya adalah yang terbentuk di vena dalam. Trombosis vena dalam
sangat berbahaya karena seluruh atau sebagian dari trombus bisa pecah,
mengikuti aliran darah dan tersangkut di dalam arteri yang sempit di paru-paru
sehingga menyumbat aliran darah. Trombus yang berpindah-pindah disebut emboli.
Semakin sedikit peradangan di sekitar suatu trombus, semakin longgar trombus
melekat ke dinding vena dan semakin mudah membentuk emboli. Penekanan pada otot
betis bisa membebaskan trombus yang tersangkut,
terutama ketika penderita kembali aktif. Darah di dalam vena tungkai akan
mengalir ke jantung lalu ke paru-paru, karena itu emboli yang berasal dari vena
tungkai bisa menyumbat satu atau lebih arteri di paru-paru. Keadaan ini disebut
emboli paru.Emboli paru yang besar bisa menghalangi seluruh atau hampir
seluruh darah yang berasal dari jantung sebelah kanan dan dengan
7. HEMOFILIA.
Adalah penyakit pada darah yang menyebabkan darah
tesebut sukar membeku, sehingga ketika penderita penyakit ini mengalami
pendarahan maka darah yamg dikeluarkan tidak akan berhenti dan sukar untuk
membeku.
Penyakit ini merupakan penyakit turunan brdasarkan
hereditas dan biasanya
keluarga yang menderita kelainan ini, tidak dapat menjadi wanita dewasa karena
akan membuat pendarahan parah saat menstruasi.
8.LEUKEMIA (KANKER DARAH)
adalah sekelompok penyakit neoplastik yang beragam,
ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari
sel-sel pemebentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid. Sel-sel normal
di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel
abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau
darah tepi. Sel leukemia mempengaruhi hematopoiesis atau proses pemebentukan
sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.
Kata leukemia berarti "darah putih", karena
pada penerita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah
putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah
yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya.
9. PENYAKIT KUNING PADA BAYI
(ERITHROBLASTOSIS FETALIS)
Adalah penyakit yang disebabkan oleh menguningnya
kulit, sclera (bagian putih pada mata) dan juga kelenjar ludah yang disebabkan
oleh tingginya kadar bilirubin pada tubuh manusia (atau tubuh hewan yang
mempunyai sel darah merah). Biasanya konsentrasi bilirubin pada darah harus
melebihi 2–3 mg/dL untuk menimbulkan warna kuning yang bisa terlihat oleh kasat
mata.
10. THALASEMIA
Thalasemia adalah sekelompok penyakit keturunan yang
merupakan akibat dari ketidakseimbangan pembuatan salah satu dari keempat
rantai asam amino yang membentuk hemoglobin.
PENYEBAB:
Ketidakseimbangan dalam rantai protein globin alfa dan
beta, yang diperlukan dalam pembentukan hemoglobin, disebabkan oleh sebuah gen
cacat yang diturunkan.Untuk menderita penyakit ini, seseorang harus memiliki 2
gen dari kedua orang
tuanya. Jika hanya 1 gen yang diturunkan, maka orang tersebut hanya menjadi
pembawa tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala dari penyakit ini.
GEJALA :
Semua thalasemia memiliki gejala yang mirip, tetapi
beratnya bervariasi. Sebagian besar penderita mengalami anemia yang ringan.
Pada bentuk yang lebih berat, misalnya beta-thalassemia mayor, bisa terjadi
sakit kuning (jaundice), luka terbuka di kulit (ulkus, borok), batu empedu dan
pembesaran limpa. Sumsum tulang yang terlalu aktif bisa menyebabkan penebalan
dan pembesaran tulang, terutama tulang kepala dan wajah. Tulang-tulang panjang
menjadi lemah dan mudah patah. Anak-anak yang menderita thalassemia akan tumbuh
lebih lambat dan mencapai masa pubertas lebih lambat dibandingkan anak lainnya
yang normal. Karena penyerapan zat besi meningkat dan seringnya menjalani
transfusi, maka kelebihan zat besi bisa terkumpul dan mengendap dalam otot
jantung, yang pada akhirnya bisa menyebabkan gagal jantung.
GANGGUAN PADA SISTEM PENCERNAAN
Gangguan
pada sistem pencernan makanan dapat di sebabkaan faktor dari dalam seperti
kelainan alat pencernaan makanan dan dapaat pula karena faktor dari luar,
seperti:
a. Pola makan yang salah, bisa juga dengan melakukan
program diet yang
ekstrim,yaitu dengan menggonsumsi pil pelarut lemak serta mengurangi porsi dan
jadwal makan.
b. Minuman keras yang dapat memicu pengeluaran getah
lambung.
c. Bulimia, yaitu upaya menurunkan berat badan dengan
makan sebanyak-
banyaknya,tetapi di muntahkan kembali.
d. Maraknya makanan dan minuman kaleng yang dapat
terkontaminasi bakteri
Clostridium botulinum
yang dapat menimbulkan keracunan.
Berikut ini dapat di uraikan beberapa contoh gangguan
pada sistem
pencernan manusia.
Ø Diare
Diare terjadi akibat pergeseran usus yang cepat dari
materi tinja sepanjang usus besar.Diare ada yang di sebabkan oleh bakteri koler
dan terkaadang oleh bakteri lain sepertiBacillus , yang merupakan ptogen usus
besar.
Penyebab lain dari diare adalah alergi makanan. Selain
menyebabkan gejala alergi
secara umum seperti gangguan kulit dan gangguan nafas, alergi makanan juga
dapat menimbulkan diare. Alergi makanan yang paling sering menyebabkan diare
adalah alergi terhadap protein susu yang disebut laktosa. Kemampuan tubuh
mencerna laktosa akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia
sehingga kemungkinan terjadinya diare akibat laktosa akan semakin besar.
Laktosa merupakan contoh kecil dari zat yang dapat menyebabkan diare.
Umumnya diare akan sembuh sendiri dalam beberapa hari.
Kita hanya perlu istirahat dan minum cairan yang banyak untuk mencegah
dehidrasi. Dehidrasi akan sangat fatal akibatnya pada anak anak dan orang
tua.Sebab jika kita banyak kehilangan cairan dan elektrolit dapat menyebabkan
kematian.
Ø Stomatitis apthosa
Stomatitis aphtosa atau sariawan adalah radang yang
terjadi di daerah mukosa
mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan dengan permukaan yang agak
cekung, bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun kelompok. Sariawan
merupakan penyakit yang diakibatkan dengan adanya jamur pada mulut dan saluran
kerongkongan. Jamur yang sekarang kebih dikenal dengan sebutan Candida
albicans bukanlah jamur yang aneh dan berbahaya. Hampir di setiap jengkal
tubuh kita mengandung jamur ini termasuk di daerah mulut.
Ø Gastritis (Magh)
Gastritis atau lebih dikenal sebagai magh berasal dari
bahasa yunani yaitu gastro,
yang berarti perut/lambung dan itis yang berarti inflamasi/peradangan.
Gastritis bukan merupakan penyakit tunggal, tetapi terbentuk dari beberapa
kondisi yang kesemuanya itu mengakibatkan peradangan pada lambung. Biasanya,
peradangan tersebut merupakan akibat dari infeksi oleh bakteri yang sama dengan
bakteri yang dapat mengakibatkan borok di lambung yaitu Helicobacter pylori.
Tetapi factor – factor lain seperti trauma fisik dan pemakaian secara terus
menerus beberapa obat penghilang sakit dapat juga menyebabkan
gastritis.Walaupun banyak kondisi yang dapat menyebabkan gastritis, gejala dan
tanda – tanda penyakit ini sama antara satu dengan yang lainnya. Gejala-gejala tersebut
antara lain :
a. Perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian
atas yang dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan
b. Mual
c. Muntah
d. Kehilangan selera
e. Kembung
f. Terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan
g. Kehilangan berat badan
KERACUNAN MAKANAN
Keracunan makanan merupakan sejenis gastroenteritis
yang disebabkan oleh makanan yang telah dicemari racun, biasanya bakteria.
Bergantung kepada jenis racun, kekejangan abdomen, demam, muntah dan
cirit-birit akan berlaku dalam tempo 3 hingga 24 jam. Jika makanan telah
dicemari bakteria, bakteria akan menghasilkan racun yang dikenali sebagai
toksin. Toksin memberi kesan langsung pada lapikan usus dan menyebabkan
peradangan. Ada berbagai jenis bakteria yang menyebabkan keracunan makanan
tetapi yang biasa didapati ialah salmonella, shigella, staphylococcus dan
E.coli.
Malnutrisi
Malnutrisi adalah suatu istilah umum yang merujuk pada
kondisi medis yang disebabkan oleh diet yang tak tepat atau tak cukup. Walaupun
seringkali disamakan dengan kurang gizi yang disebabkan oleh kurangnya
konsumsi, buruknya absorpsi, atau kehilangan besar nutrisi atau gizi, istilah
ini sebenarnya juga mencakup kelebihan gizi (overnutrition) yang disebabkan
oleh makan berlebihan atau masuknya nutrien spesifik secara berlebihan ke dalam
tubuh. Seorang akan mengalami malnutrisi jika tidak mengkonsumsi jumlah atau
kualitas nutrien yang mencukupi untuk diet sehat selama suatu jangka waktu yang
cukup lama. Malnutrisi yang berlangsung lama dapat mengakibatkan kelaparan,
penyakit, dan infeksi. Perkembangan malnutrisi melalui 4 tahapan:
1. Perubahan kadar zat gizi dalam darah dan jaringan
2. Perubahan kadar enzim
3. Kelainan fungsi pada organ dan jaringan tubuh
4. Timbulnya gejala-gejala penyakit dan kematian.
Kebutuhan tubuh akan zat gizi bertambah pada beberapa
tahapan kehidupan tertentu,
yaitu:
- pada masa bayi, awal masa kanak-kanak, remaja
- selama kehamilan
- selama menyusui.
Pada usia yang lebih tua, kebutuhan akan zat gizi
lebih rendah, tetapi kemampuan untuk menyerap zat gizipun sering menurun. Oleh
karena itu, resiko kekurangan gizi pada masa ini adalah lebih besar dan juga
pada masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah.
Apendisitis
Apendisitis adalah kondisi di mana infeksi terjadi di
umbai cacing. Dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak
kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi.
Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi, dikarenakan oleh peritonitis
dans hock ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur.
Pankreatitis
Pankreatitis adalah peradangan kelenjar pankreas.
Tanda dari gejala ini adalah
rasa sakit pada uluhati yang amat sangat, suhu badan yang meningkat, muntah
hebat.
Penyebab dari pankeatitis adalah idiopatik (artinya tidak diketahui secara
pasti), tetapi
ada kecenderungan yang harus dilacak adalah apakah terdapat batu pada saluran
empedu,
kadar trigliserida yang tinggi. Petanda laboratorium yang dipakai adalah
tingginya kadar
amilase dan lipase. Pengobatan pankreatitis dengan puasa (tidak boleh makan dan
minum), serta antibiotik yang penetrasi ke jaringan pankreas tinggi.
Ulkus (radang lambung)
Ulkus(radang lmbung) adalah peradangan dinding lambung
akibat produksi HCL lambung lebih banyak dari pada jumlah makanan yang masuk.
Prorotis (dondong)
Prorotis (dondong) radang kelenjar parotis oleh virus.
Gondongan sendiri disebabkan oleh infeksi virus Paramiksovirus RNA yang
ditularkan melalui percikan air ludah pembawa virus. Karena cara infeksi yang
demikian mudah, maka penyakit Gondongan akan sangat mudah menyebar terutama di
lingkungan yang padat. Sering kejadian pada anak anak sekolah, Gondongan diderita
kompak satu kelas.
Masa inkubasi atau masa sejak masuknya kuman ke dalam tubuh sampai timbulnya
gejala adalah 18 hari. Namun hal itu pun tidak merupakan angka pasti, karena
bila daya tubuh korban bagus malah tidak akan timbul gejala sama sekali.




0 comments:
Post a Comment